Beuuh kayaknya dari judulnya udah berat ya hahaha.. but not really. this is actually something that has a long time been in my mind, but l just didn’t have the right word fot it, untill these last few days I learned what they called it: sustainable development (pembangunan berkelanjutan).
Apakah ituuu?? Sustainable development, S.D., adalah a pattern of resource use that aims to meet human needs while preserving the environment so that these needs can be met not only in the present, but also for future generations. So pembangunan berkelanjutan itu tidak hanya memperhatikan aspek masa kini, namun juga harus dapat memprediksi perubahan yang dapat terjadi di masa generasi anak2 kita berikutnya! *lebay kyk gw uda punya anak aja hehe
S.D. tidak hanya berkaitan dengan lingkungan hidup, tetapi menyangkut ekonomi dan kehidupan sosial. Yang ingin gw bahas adalah S.D. dalam mengembangkan infrastruktur di indonesia.
Bertahun-tahun kita lihat berita ttg how government units get busy preparing the roads and all when it comes to musim mudik di bulan ramadhan, or, any other actions preventing floods in the capital city. But what do we get?? THEY NEVER LAST LONG!! liat aja nih jembatan Suramadu bentar lagi bisa ancur2an.. ga hanya infrastruktur aja loh, even kebijakan, pendidikan, kesehatan, angkutan umum smwanya dibuat main2, hanya cari jalan keluar yg cepat dan efeknya short term. sudah capek, lelah dan muak hati ini!!*jiah..
Whyyy is that? karena mereka ga punya konsep S.D. ini. Seharusnya every little thing dilakukan research nya secara menyeluruh dan berkelanjutan, dgn dikumpulkannya tim2 ahli, like REAL ENGINEERS, dalam merancang proyek2, manajemennya, perawatannya, controlling after the project is done and all; jadi ga terlantar begitu aja. trus para pekerja dalam pembangunan itu dikasih pengarahan berkelanjutan dan uniform and safety stuff yang jelas dan terang..*yaah watever formal procedures or ketertiban biar asik diliat di tmpat2 proyek..
As I went to campus reading Media Indonesia 14 Sept edition on the train (also read mediaindonesia.com), the editorial title caught my eyes: Transportasi Publik bukan soal Musiman. Katanya kenapa ada mental proyek yg bobrok ini? coz klo ada lebaran ada proyek itu artinya ada fulus yang masuk ke kantong. Fakta: >25% jalan nasional di sejumlah propinsi dalam keadaan rusak. ini artinya ga akan cukup perbaikan hanya saat menjelang lebaran, melainkan harus secara berkelanjutan! Fakta juga memperlihatkan jumlah pemudik tiap tahun terus meningkat; yg dari 15,3 jt org menjadi 16,25 jt org tahun ini.
Setau gw di Cina ada juga bentuk mudik seperti ini, tapi pada saat tahun baru imlek. Banyagin aja manusia disana jauuh lebih banyak dari indonesia, dan pergerakan banyak terjadi dari urban/suburban areas ke rurals..so how does the chinese government deal with this? mereka uda siapin years of pembangunan yg matang dan manajemen yg didukung dengan teknologi yg baik agar bisa memonitor whatever’s happening in the stations, jumlah bus yg ada, brp penumpang dalam tiap bus, tujuannya ke mana, pengecekan baggage, jalan2 tol/nasional yg baik, kereta2 yg aman dan pantas untuk perjalan jauh, pesawat, kapal ferri, efek2ny aterhadap aspek lingkungan, sosial, ekonomi, daaaan semuanya lahh yg lo mau disediakan. silahkan nonton discovery channel and national geographic ttg prmbangunan besar2an yg dilakukan oleh pemerintah cina untuk pelayanan umum masyarakatnya yg jutaan itu..lyk the biggest subway system in the world, yet fancy and high tech the management and construction is, lies underneath Beijing!
That’s what I’d like to call a bukti konkrit mensejahterakan masyarakat. Ga usah pake embel2 raskin, pendidikan gratis yg ternyata ga gratis, gas2 ga jelas itu, all crap! *sry for the language, emosi jiwa nih.. perkara pelik yang ada setiap ritual mudik atau bersih2 rumah akibat banjir di Indonesia mempertegas bahwa pelayanan publik belum menjadi prioritas pertama dan utama. jadi segalanya itu merupakan aksi reaktif, bukannya antisipatif seperti halnya dalam S.D.
So, itulah kenapa taraf kelayakan dan kualitas hidup di Indonesia menurut gw rendah, karena the people, not only orang2 pemerintah, tapi juga masyarakat biasa, ga punya etika dan etiket, or at least some morality in themselves untuk terus memperhatikan lingkungan mereka, dan kebaikan orang banyak. hmm maybe ni tulisan mestinya berjudul ‘krisis etika di indonesia’ ya?? hahah, yeah well there’s a lot of stuff going on.. semoga segalanya berubah dan menjadi lebih baik, i pray we’ll have a great leader that’s a nasionalist, berbudaya dan cinta seni, not only a politician but also seorang engineer, coz gw anak teknik industri! yayyy!! amiin!.. *sumpe makin ga jelas gw ngbacot hahaha.. ciao!

*further readings: mediaindonesia.com, http://www.unescap.org/esd/environment/mced/singg/documents/recommendations_final.pdf, http://en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_development, http://sarlito.hyperphp.com/articles/psychology-and-the-humanities/krisis-etika-di-indonesia.html